Kemenkum HAM Dituding Lemah




Rabu, 19 Juni 2013 18:43:24 WIB




Nazaruddin Kendalikan Bisnis


nazar2

JAKARTA (Pos Kota) – Adanya kegiatan bisnis yang dijalankan terpidana kasus suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin, dari balik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, menjadi bukti lemahnya pengawasan dari pihak Kementerian Hukum dan HAM. Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas.


“Kegiatan bisnis Nazaruddin di Lapas sekarang ini, itu sesungguhnya bukti ada kelemahan sistem keamanan,” kata Busyro, di kantor KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (19/6).


Busyro mengaku heran, bagaimana bisa orang di dalam penjara mengendalikan bisnis. Terlebih, lanjutnya, ada 28 perusahaan yang didirikan Nazar selama berada di dalam tahanan Lapas Cipinang, Jakarta Timur.


“Ini dinamika menarik kenapa lapas bisa dijadikan kegiatan bisnis,” ujarnya. “KPK akan terus melakukan pemantauan, dan berdiskusi dengan Kemenkum HAM untuk menyikapinya,” tambahnya.


Sebelumnya, berhembus kabar, Nazaruddin masih mengendalikan perusahaan miliknya dari balik bui. Bahkan, telah mendirikan 28 perusahaan baru semasa menjalani kurungan di LP Cipinang, Jaktim. (yulian)


28 perusahaan baru Nazaruddin:


- PT Galaxindo Media Tama

- PT Bina Inti Sejahtera

- PT Bahana Putra Utama

- PT Sanjico Abadi

- PT Global Ismaru

- PT Yasa Persada Utama

- PT Yasmin Mulia Permata

- PT Mutiara Putra Perdana

- PT Hanai Indonesia

- PT Sejahtera Mandiri Indah

- PT Rajawali Kencana Abadi

- PT Bara Surya Solusindo

- PT Bina Sentra Mandiri

- PT Parta Inti Sukses

- PT Omega Pratama Solusindo

- PT Wahana Teladan

- PT Bayu Karya Bersama

- PT Cahaya Kharisma Abadi

- PT Sigma Tetra Solusi

- PT Mekar Harum Abadi

- PT Alexa Mandiri Utama

- PT Mikha Prima Persada

- PT Difal Sejahtera Laboratory

- PT Polysindo Solusi Nusantara

- PT Yorisda Abadi

- PT Adhikarsa Putra Utama

- PT Bastara

- PT Inovasi