Tiga Rekayasa Atasi Macet Mudik




Rabu, 24 Juli 2013 08:50:01 WIB




Tergantung Disiplin Pengendara


ilustiga

PURWAKARTA (Pos Kota) – Inilah tiga opsi ditawarkan Polri kepada pemudik bilamana posisi di tiga jalur utama mudik meliputi utara, tengah dan selatan padat.


Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Kombes, Rusdi Hartono memaparkan, pihaknya mengantongi 3 rekayasa lalin yang disiapkan bilamana di tiga jalur utama mudik wilayahnya macet.


Pertama, kata Rusdi, pihaknya akan mendorong arus kendaraan pemudik dari DKI Jakarta yang keluar di GT Cikopo menuju alternatif Cikampek Kota bila di Pantura Subang terjadi kepadatan. Kedua, bila di jalur Cikopo-Mutiara-Simpang Jomin total macet, arus akan dialihkan ke jalur tengah, sekeluar GT Cikopo mengambil arah kanan ke Sadang-Kalijati-Kalimurang-Cijelag-Kadipaten.


Bila jalur tengah pun tak tergerak, langkah ketiga arus akan didorong ke Tol Purbaleunyi yang penguraiannya dilakukan di KM 66 Tol Jakarta-Cikampek. “Selanjutnya seluruh kendaraan dibuang ke jalur selatan Cileunyi-Nagreg-Tasikmalaya,” jelasnya.


Ketiga langkah memecahkan macet parah di poros utama mudik disampaikan Dirlantas Polda Jabar dihadapan Kakorlantas Irjen Pudji Hartanto dan rombongan Komisi V DPR RI dipimpin Laurens Bahang Dama di Gerbang Tol Cikopo, Purwakarta, Selasa (23/7) siang.


Selain itu, Dirlantas Kombes Rusdi mengungkapkan di wilayahnya terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan. Di jalur utara ada 15 titik rawan kemacetan berada di 5 polres. Jalur tengah 9 titik di 4 polres dan jalur selatan 9 titik di 4 polres. “Berdasarkan hasil Anev arus mudik lebaran 2012, kecelakaan yang terjadi dititik rawan tersebut ditimbulkan akibat humas error, medan jalan buruk dan faktor cuaca,”paparnya.


Komisi V DPR RI memberi apresiasi atas seabreg program Polri yang telah disiapkan hadapi arus mudik. “Formulanya sudah canggih dan cukup baik. Kami memberi apresiasi atas itu,” ucap Teguh Juwarno, anggota Komisi V DPR RI.


PASAR TUMPAH


Hanya diakui dia,sebagus apapun formula disiapkan akan tetapi persoalan mudik yang kerap muncul macet dan penataan pasar tumpah serta kerusakan jalan. “Kita harus akui persoalan klasik itu kerap menghadang pemudik setiap lebaran. Artinya apa, tak cukup program ataupun formula dalam menanggulangi permasalahan yang kerap muncul saat arus mudik berlangsung. Di sini diperlukan pengawasan berkesinambungan dan tak bersifat musiman,” kata politisi PAN itu.


Untuk itu, Teguh mengusulkan agar dibentuk tim khusus mengurusi permasalahan arus mudik. ” Bila perlu kita usulkan dibentuk kepanitian nasional yang bertugas total mengurusi kesiapan mudik, dari mulai pemeliharaan jalan dari kerusakan dan mencarikan solusi jitu untuk urai kepadatan arus seperti bagaimana mengurusi pasar tumpah dan lainnya. Ini bukan hanya tugas Polri semata. Orang orang yang dilibatkan di Kepanitiaan Nasional ini dikhususkan bekerja selama setahun mengurusi mudik,” saran dia.


Dia tak yakin mudik terbebas dari macet. Pasalnya, sebut dia, setiap tahun pertumbuhan penduduk dan kepemilikan kendaraan baik motor dan mobil bertambah terus. Kondisi ini tidak diseimbangi keberadaan infrastruktur jalan yang memadai. ” Kondisi jalan yang ada juga masih dikebut perbaikannya. Setidaknya harus dipikirkan pula membangun jalan baru supaya menambah “pembendaharaan” jalur mudik nasional. Enggak itu mulu,” pungkasnya. Yang sangat peting adalah disiplin pengendara berlalulintas. (dadan)