Warga Buaran Berharap Jokowi Jadi Mediator




Senin, 20 Mei 2013 23:40:25 WIB




Tolak Lahan Digusur


gaburan205

CAKUNG (Pos Kota) -Kuasa hukum puluhan warga Buaran I RT 08/12 Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menyambangi kantor Walikota Jakarta Timur. Senin (20/5).


Menurut Antoni, kuasa hukum warga , meskipun akan digusur terkait sengketa lahan masih menunggu diperadilkan dan belum diketok palu.


“Kondisi tanah tersebut berstatus quo, kami para pedagang tidak ingin dibikin resah dan dibuat resah terhadap surat Satpol PP untuk membongkar lokasi kami. Karena itu hanya permintaan pihak swasta PT Graha Cipta Kharisma (GCK) yang kami tau secara transaksi jual beli ,”katanya.


Ia berharap pihak Pemprov maupun Pemkot tidak sewena wena menindas pedagang yang sudah 32 tahun berdagang di lokasi tersebut. ” Hanya karena kepentingan pihak-pihak swasta yang ingin mengambil lahan tersebut dengan menghalalkan segala cara,” katanya.


“Jadi kami harapkan Pak Gubernur Jokowi menjadi mediator kami untuk menyelesaikan permasalah ini. Kami pedagang ingin menghadap beliau sampai menunggu undangan dari pihak Pemkot untuk menjelaskan duduk perkara tanah tersebut dan kami tetap ingin berdagang sampai status tanah tersebut jelas,” tandasnya


Walikota Jakarta Timur, Krisdianto menegaskan akan tetap membongkar bangunan liar yang tidak memiliki ijin dan digunakan tidak sesuai perijinannya akan dieksekusi. Termasuk yang mendiami lahan milik PT GCK, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Meski warga terus menolak dan bahkan melakukan aksi menutup jalan dengan membawa berbagai macam senjata, eksekusi akan tetap dilaksanakan.


”Saya tidak melihat itu ada premanisme atau apa, Jakarta ini punya pemiliknya, bangunan liar akan tetap ditertibkan,” ujarnya. Meskipun warga telah mendiami lahan di Buaran I, RT 08 RW 12, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit tak merubah pendiriannya. ”Karena kita punya dasar Perda yang harus dihormati dan dilaksanakan,” tuturnya. (M1)


Teks : Warga yang menolak kahannya digusur