Pembeli Berkurang, Pedagang Meradang




Rabu, 17 Juli 2013 08:48:14 WIB




Harga Ayam dan Daging Sapi Mahal


iluspembeli

KOJA (Pos Kota) – Harga ayam potong kemarin kembali meroket. Sehari sebelumnya cuma Rp35 ribu kini menjadi Rp40 ribu/ekor. Pedagang di pasar tradisional pun meradang, karena pembeli makin berkurang.


Melambungnya harga ayam terpantau di Pasar Sindang, Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/7). “Parah, sudah modalnya besar, pembelinya semakin berkurang. Kalau begini terus, pusing,” kata Narjo, 41, pedagang.


Selain ayam, daging sapi juga naik. Daging yang sebelumnya dijual dengan harga Rp95 ribu/Kg, kini sudah mencapai Rp100 ribu/Kg. “Daging sapi harganya naik turun melulu,” kata Wati, pedagang di Pasar Sindang. .


Bukan itu saja, harga cabe pun masih mahal yakni Rp120 ribu/Kg. Harga ini naik empat kali lipat dari sebelumnya yang ada di kisaran Rp 28 ribu – Rp30ribu. “Naiknya nggak tanggung-tanggung, kita juga bingung jualnya,” ungkap Tini, pedagang.


Tini mengatakan, kenaikan harga itu sudah terjadi sejak sepekan lalu. Menjelang Ramadan, harga cabe rawit merah berkisar Rp45 ribu/Kg. Namun, setiap hari harga tersebut terus melonjak. “Kalau harga normal cabe rawit merah Rp30ribu/Kg,” paparnya.


Ny. Surniti, warga Koja, mengaku bingung dengan melambungnya harga sembako belakangan ini. “Pemerintah kerjanya apa, soal harga saja tak bisa mengendalikan. Ampun…,” keluhnya.

OPERASI PASAR


Mencegah lonjakan harga seperti yang terjadi pada daging sapi dan cabe, Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta melakukan operasi pasar (OP) beras di 11 pasar tradisional ibukota.


“Sebenarnya dalam tiga bulan terakhir kenaikan harga beras masih relatif wajar yakni rata-rata hanya empat persen. Tapi kalau tidak diantisipasi dan terjadi gejolak harga maka dampaknya akan lebih dahsyat dari kenaikan harga daging dan cabe,” kata Kepala Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Achmad Ma’mun.


OP sendiri telah dilakukan sejak 3 Juli 2013 tersebut dengan harga di grosir ditetapkan maksimal Rp7.100/Kg dan harga di tingkat eceran maksimal Rp7.400/Kg untuk jenis beras medium atau yang banyak dikonsumsi masyarakat.


Dengan operasi pasar tersebut ternyata Bulog berhasil menahan kenaikan harga, yakni harga sementara di tingkat grosir yang semula Rp7.600/Kg menjadi Rp7.500/Kg dan harga eceran dari Rp8.600/Kg menjadi Rp8.400/Kg.


Menurut dia, selama harga belum stabil pihaknya akan terus menggelontorkan beras berapapun jumlahnya. Stok beras Bulog Divre DKI lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Saat ini stok beras yang ada jumlahnya sekitar 110.000 ton yang ada di Bulog DKI Jakarta dan Banten sehingga menjamin untuk pengamanan harga komoditas pangan tersebut. Jumlah itu cukup untuk persediaan tiga bulan mengingat setiap hari beras yang dikeluarkan rata-rata hanya 3000 ton.


Selama ini operasi pasar dilakukan antara lain di 11 pasar tradisional antara lain Pasar Klender, Pasar Minggu, Pasar Senen, Pasar Jatinegara, dan Pasar Palmerah serta Pasar Induk Beras Cipinang.. (ifand/faisal/st/o)