Usut Aliran Dana Demokrat, KPK Panggil Manajer Hotel Grand Aquila




Kamis, 11 Juli 2013 19:47:33 WIB




KPK Gedung

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan adanya aliran dana ke Kongres Demokrat 2010 dengan memanggil sejumlah saksi.


Kali ini, Kamis (11/7), lembaga antirasuah itu memanggil Manajer Hotel Grand Aquila Bandung, Deni Perjaya.


Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, Deni akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum dalam kaitannya dengan kasus dugaan gratifikasi proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat.


“Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU (Anas Urbaningrum),” kata Johan, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (11/7) siang.


Dalam kasus itu, KPK menetapkan Anas sebagai tersangka karena diduga menerima pemberian berupa mobil Toyota Harrier dari PT Adhi Karya, pemenang tender proyek Hambalang.


Dari sana, komisi pimpinan Abraham Samad itu mengembangkan penyelidikan dengan menelusuri sumber dana Kongres Demokrat tahun 2010 yang memenangkan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.


Diduga, pada kongres yang digelar di Bandung itu mengalir sejumlah uang dari BUMN untuk memenangkan Anas. Pembagian uang dilakukan di sejumlah hotel penginapan para kader. Dimana dikabarkan Hotel Grand Aquila Bandung merupakan salah satu tempat penginapan para kader itu. (yulian/d)