Senin, 16 September 2013 12:14:59 WIB
Solider Rekan Dilaporkan Perusahaan
TANGERANG (Pos Kota) – Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu – Gabungan Serikat Buruh Independen (SBGTS – GSBI) PT Mega Indotex Raya menggelar aksi solidaritas di halaman Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang. Senin (16/9) siang.
Kedatangan buruh pabrik yang beralamat di Cibadak, Cikupa, Kabupaten Tangerang itu mendesak pihak kepolisian membebaskan Aprianto, salah satu pimpinan SBGTS-GSBI yang rencananya hari ini diperiksa di Polsek Cikupa.
Aprianto dipanggil polisi berdasarkan surat panggilan nomor Spgl/284/IX/2013 Reskrim lantaran dilaporkan oleh Agus Triadi, staf personalia PT Mega Indotex Raya atas tuduhan pidana perbuatan tidak menyenangkan. Dalam laporannya, Agus Triadi mengaku ditodong dengan alat potong kain oleh Aprianto. Peristiwa itu terjadi Juli lalu dan dilaporkan korban pada bulan September.
“Laporan tersebut banyak kejanggalannya. Menurut kami ini upaya balas dendam dari pihak perusahaan terhadap sebuah organisasi serikat buruh yang gigih memperjuangkan hak-hak dan kepentingan buruh,” ungkap Eko Prasojo, kordinator aksi dalam orasinya.
Menurut Eko, rekannya itu dilaporkan setelah ratusan buruh pabrik PT Mega Indotex Raya melakukan aksi mogok kerja pada 10 September lalu. Saat itu para buruh menuntut perusahaan agar menyesuaikan upah buruh sesuai dengan UMSK Kabupaten Tangerang sebesar Rp 2.310.000.
“Pembayaran upah buruh yang tidak sesuai dengan UMSK merupakan bentuk kriminalisasi terhadap buruh,” katanya.
Kapolsek Cikupa Kompol Brisman Daniel Simanjuntak mengatakan pihaknya memanggil Aprianto berdasarkan laporan korbannya. Tentunya pihaknya tidak akan menghentikan proses penyelidikan yang telah dilaporkan.
Namun, kata Daniel, jika aksi solidaritas yang dilakukan buruh tersebut bertujuan untuk mengintervensi kasus yang sedang diselidiki itu, maka pihaknya akan memerintahkan anak buahnya segera membubarkan aksi yang dilakukan buruh tersebut.
“Belum menjadi tersangka, masih diperiksa sebagai saksi. Kami memintai keterangan terhadap Aprianto berdasarkan laporan yang kami terima dari korban,” singkat Kapolsek. (Imam)
Teks : Puluhan buruh SBGTS-GSBI berunjuk rasa di depan Polsek Cikupa. (Imam)