Rabu, 12 Juni 2013 15:20:11 WIB
MAKASAR (Pos Kota) – Sebanyak 150 karyawan terdiri dari sopir dan teknisi Bus TransJakarta , kembali mogok dan mempertanyakan nasib gaji mereka yang belum dibayar oleh PT Jakarta Express Trans. Mereka demo di area pangkalan Bus Trans Jakarta, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (12/6).
Dengan memakai kemeja putih bercelana hitam, karyawan, sopir dan teknisi hanya duduk-duduk saja tanpa narik. “Nasib kami bagaimana! Gaji kita belum dibayar-bayar ini masalah hak karyawan. Istri dan anak kami makan!” teriak seorang sopir.
Perwakilan karyawan, Derman Limbong mengatakan sudah sejak Senin (10/6) tunggakan gaji dan rapelan yang belum dibayarkan pihak PT JET,
Derman merinci pramudi PT JET masih belum menerima gaji bulan Mei dan Juni 2013 lalu, Rp 1,5 juta perbulan. Kemudian rapelan gaji akibat kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2,2 juta juga belum dilunasi. Rapelan yang senilai Rp 700 ribu per bulan sejak Januari 2013. Jika ditotal, kewajiban PT JET yang menjadi hak yang diklaim pramudi mencapai Rp 7,2 juta per orang belum terbayarkan hingga hari ini.
“Sekarang bayangkan saja perkaryawan ini memiliki rata-rata empat nyawa, pertama pribadi, ketiganya istri dan dua anak. Kami selalu dipertanyakan setiap pulang kerja gajinya tidak sesuai,” kata Limbong.
Meski 150 karyawan mogok kerja, operasional Bus Transjakarta Pinang Ranti- Grogol tetap berjalan normal. Pasalnya dilayani sopir koridor lainnya. “Bus ini dari Koridor Ancol dan PGC, kami biasanya mengoperasikan 80 armada bus tetap tidak beroperasi selama gaji kami belum ada kejelasan dan diseleasaikan,” katanya. (M1)
Teks : Ratusan sopir busway demo di Pangkalan Bus Transjakarta Pinang Ranti, Jaktim