Banjir Bandang Malang, Satu Tewas 800 Rumah Rusak




Rabu, 10 Juli 2013 14:23:11 WIB




banjir-di-jember

SURABAYA (Pos Kota)- Dampak banjir bandang di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Jawa Timur mulai memakan korban jiwa. Menurut keterangan Rabu (10/7) sejak pagi pukul 05.00 WIB, satu warga di nyatakan tewas. Banjir juga meluluh-lantakkan rumah warga ditempat itu.


Korban terseret banjir bandang tadi malam atas nama Ngatminah,65, warga Desa Sitiarjo RT55/3, ditemukan sudah tak bernyawa tersangkut pohon bambu. Saat kejadian, Ngatminah dalam kondisi sakit. Ia terjebak dalam rumah seorang diri. Sementara luapan air terus membesar.


Tanpa diduga, air bah justru menghantam rumah Ngatminah. Ia pun terbawa luapan air bah dari Sungai Penguluran di Desa Sitiarjo. Jasad Ngatminah ditemukan 100 meter dari belakang rumahnya sekitar pukul empat pagi tadi.

“Satu korban tewas, ” ungkap Mulyono,56, warga RT55/RW3, Desa Sitiarjo, Rabu (10/7).


Terpisah, Prayoga Adi Putra, mantan Ketua RW di Desa Sitiarjo yang juga guru SDN Sitiarjo 5 menambahkan, data sementara ada 800 rumah warga terdampak banjir. Ratusan hewan ternak sejauh ini banyak yang hanyut.


“Banyak tembok rumah warga yang jebol. Perabot dan hewan ternak banyak yang hilang,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan wartawan, akibat banjir bandang ini,meluluhlantakkan bangunan dan seisinya,Tak hanya bangunan yang rusak parah, akibat banjir, perekonomian warga setempat terhenti total.


Hal itu terjadi setelah Pasar Sitiarjo, tak luput dari terjangan banjir bandang tadi malam. Pasar Sitiarjo, melayani aktifitas jual beli bagi warga pesisir Malang Selatan dan dermaga Sendangbiru. Pasar ini, menjadi denyut nadi satu-satunya warga setempat untuk transaksi jual beli. Akibat banyak toko dan harta benda pedagang pasar yang hanyut, warga pun hanya bisa meratapi musibah ini.


“Seluruh barang kotor terkena lumpur. Beberapa diantara hilang terbawa banjir,” ungkap Ningsih, pedagang pasar Sitiarjo.

Hal serupa juga dialami Nurul dan Hari. Pasangan suami istri ini mengaku lega karena kios pakaian miliknya selamat dari banjir. Namun, dirinya harus membersihkan lumpur yang menumpuk didepan toko miliknya.


(nurqomar/sir)