Rabu, 10 Juli 2013 15:21:37 WIB
BOGOR (Pos Kota) – Dinilai berbau porno, mata pelajaran dalam buku kelas 6 SD, membuat beberapa orang tua anak protes. Mereka lalu mengadu ke Dinas Pendidikan Kota Bogor, Rabu (10/07).
Orangtua murid mengeluh buku itu di beberapa halamnya menyajikan materi pornografi.
Dalam judul buku “Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia. Untuk SD/MI Kelas 6″ di halaman 55 hingga 60, siswa diminta membaca soal cerita “Anak Gembala dan Induk Serigala”.
Ajwar, salah seorang bapak dari siswa kelas 6 SD Gunung Gede mengaku, dalam tema bacaan tersebut, terutama pada halaman 55-60 terdapat kalimat-kalimat bacaan bila dipersepsikan menimbulkan asumsi porno.
“Materi bacaanya tentang seorang pria yang masuk warung remang-remang, di situ ada kalimat. … Dari tempat hina di dunia ini, warung remang-remang tempat dia menjajakan badan … Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu … Akhrinya terjadilah peristiwa yang merenggut kegadisanya, yang mengakibatkan tumbuhnya janin di perutnya …,” kata Ajwar mengutip isi buku tersebut.
“Bila baca itu, pembaca akan membayangkan hal yang porno,” kata dia. Untuk itu, ia mendesak Dinas Pendidikan menarik buku tersebut, karena tidak layak dibaca oleh siswa kelas 6 yang notabene baru berusia 11 atau 12 tahun.
“Saya meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Bogor tidak menjadikan buku tersebut sebagai buku pelajaran dan menarik kembali buku yang sudah beredar,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fetty Qondarsyah mengatakan sejauh ini, dinas baru menerima laporan dari dua sekolah, yakni sekolah SD Polisi 4 dan SD Gunung Gede.
“Kami akan mengumpulak seluruh kepala sekolah, untuk tidak menjadikan buku tersebut untuk dijadikan buku pelajaran tambahan,” paparnya.
Ditambahkan, seharusnya dalam sekolah tidak ada kegiatan jual-beli buku pelajaran, mengingat buku pelajaran pokok sudah diberikan secara gratis melalui sekolah. “Kendati pihak sekolah ingin mengadakan buku tambahan, harus sepengetahuan pihak Dinas Pendidikan,”kata Fetty.
Dinas lanjutnya, akan menyelidiki lebih lanjut dan meminta pihak penerbit CV Graphia Buana untuk klarifikasi. “Saya sendiri terperanjat, apabila tema bacaan tersebut disadur dari sebuah blog “Akmal Blog” dan terlewati oleh tim penyunting penerbit. Saya akan selidiki ini,” tegasnya.
Sementara di kantor Penerbit CV Graphia Buana, jalan Temanggung Wiradireja, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, suasan kantor penerbit tesebut sepi, kendati ada tumbukan buku dan sebuah sepeda motor terparkir di sisi kantor,
“Tidak ada orangnya mas, saya juga lagi nunggu sesorang disini,” ungkap sesorang tamu yang mengatakan sudah menunggu 30 menit. (Yopi)