Sabtu, 20 Juli 2013 20:12:41 WIB
JAKARTA (Pos Kota)- Deteksi dini terhadap anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) atau children with special needs bisa menyelamatkan masa depan mereka.
Menurut Kepala BKKBN Fasli Jalal, deteksi dini bisa mengurangi ketergantungan pada orang lain.
“Kalau anak berkebutuhan khusus ditangani sejak awal, maka segala bakat dan kemampuannya bisa kita eksplorasi dan itu akan menyelamatkan masa depannya,” papar Fasli pada acara Parenting Education dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) kemarin.
Menurut Fasli setiap anak sesungguhnya diciptakan Tuhan dengan segala kelebihannya. Karena itu dibalik gangguan tumbuh kembang baik perkembangan fisik, emosi, mental maupun intektualnya, pasti anak berkebutuhan khusus juga memiliki kelebihan terpendam.
Hanya saja untuk membuat bakat dan kemampuan tersebut bisa teresplorasi dengan baik lanjut Fasli dibutuhkan kemampuan orangtua terutama ibu untuk mengenali sejak dini gejala anak berkebutuhan khusus.
Jika dikenali sejak dini, maka berbagai terapi bisa dilakukan terhadap anak sehingga kekurangannya bisa diminimalisir dan bakatnya bisa dimunculkan.
Diakui Fasli banyak anak berkebutuhan khusus yang sukses dibidang-bidang tertentu. Mulai dari musick, ketrampilan, bahkan bidang akademik.
Fasli mengatakan hingga saat ini belum jelas berapa sebenarnya jumlah anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Tetapi jika mengacu pada pedoman WHO yang mengatakan 10 persen penduduk dunia merupakan anak berkebutuhan khusus, maka diperkirakan di Indonesia ada 4,5 juta anak berkebutuhan khusus. Estimasi tersebut diperoleh dengan mengambil rata-rata jumlah penduduk dibanding jumlah anak Indonesia yang mencapai 22,8 juta jiwa.
Untuk mengenali gejala dini anak berkebutuhan khusus, menurut Fasli penting bagi orangtua untuk mengasai ilmu dan wawasan tentang tumbuh kembang anak. “Dengan mengetahui tahapan tumbuh kembang anak, maka pada saat menemukan ada sesuatu yang berbeda pada anaknya, bisa segera diatasi,” lanjutnya.
Di sinilah kata Fasli peran Bina Keluarga Balita (BKB) Paud, Posyandu, petugas lapangan KB dan kader PKK untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang tumbuh kembang anak kepada masyarakat luas.
Dengan cara seperti ini maka anak berkebutuhan khusus bisa tertangani dengan baik dan pada akhirnya mereka bisa hidup mandiri dimasa depannya. (inung/d)
foto: dok