Pedagang Petasan Tidak Takut Dirazia




Selasa, 9 Juli 2013 18:25:50 WIB




Mengaku Sudah Tradisi


petasan1

BOGOR (Pos Kota) – Sejak sepekan terakhir, sejumlah pasar dan sekitar pusat perbelanjaan di Bogor dibanjiri pedagang petasan. Mereka menjajakan aneka ragam petasan, tanpa takut dirazia polisi atau Satpol PP.


Sejumlah pedagang mengaku tidak khwatir sewaktu-waktu dirazia aparat keamanan. “Kami bukan menjual bahan peledak, tapi petasan. Tidak berbahaya,kok. Apalagi sudah menjadi tradisi selam Ramdhan ada petasan. Masa, dirazia?” kata Kemang, pedagang petasan di Pasar Cibinong,Selasa.


Reaksi senada dilontarkan pedagang lain. “Jika dirazia, keterlaluan!” kata Yangyang. Menurutnya, menjual petasan karena keuntungan dua kali lipat sedangkan petasan yang dijual beranek macam. Mulai jenis tank baja yang bisa berjalan, petasan banting, asap, petasan air mancur, petasan kupu-kupu, petasan gangsing, dan beberapa jenis lainnya.


“Alhamdulillah. Untungnya cukup buat kebutuhan sehari-hari sekaligus nabung buat Lebaran,” kata pedangan dengan dua anak ini. Dikatakannya, harga petasan mulai Rp 3.000-Rp 100.000. Kemasan kembang api ukuran kecil dibanderol Rp 3.000 dan petasan tank baja Rp 100.000.


Pantauan Pos Kota, belasan pedagang petasan berderet di sekitar Pasar Cibinong. Begitupula Jalan Veteran, Pahlawan, Suryakencana, Kota Bogor. Mereka mengaku mulai beroperasi sejak pekan lalu. “Kami dagang sejak pk.09;00 sampai malam hari,” ujar Maman, pedagang petasaan di depan Pasar Cibinong.


Kasat Satpol PP Kabupaten Bogor Dace Supriyadi mengatakan, pihkanya maish menunggu ketentuan dari pemerintah mengenai petasan apa saja yang tidak boleh diperdagangkan. “Jika sudah kelura ketentuan itu,kita akan razia, sehingga tidak mencederai pedagang petasan yang sedang mencari nafkah,”katanya.(iwan)


Tesk; Pedagang petasan di Pasar Cibinong dan sejumlah pasar lainya di Bogor sudah marak sejak sepekan terakhir. (iwan)