Selasa, 13 Agustus 2013 08:06:33 WIB
CAKUNG (Pos Kota) – Jakarta bagi sebagian warga daerah masih menjadi lahan basah untuk meraup rezeki. Berbagai momen dapat dimanfaatkan untuk mencari nafkah. Tidak terkecuali peringatan Hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada Sabtu (17/8) mendatang.
Di hari jadi bangsa Indonesia, Tatang, 29 dan Ian, 39, warga Garut, juga mengadu peruntungan dengan menjajakan dagangan kebutuhan untuk merayakan Hari Kemerdekaan, seperti menjual batang bambu dan bendera. Keduanyapun rela tidak berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.
“Saya sudah berada di Jakarta sejak 27 Juli lalu. Dengan menyewa sebuah rumah kontrakan berukuran 2×4 meter di sekitar wilayah Ujung Menteng,” ujar Tatang, Senin (12/8),
Ini ia lakukan demi menafkagi keluarganya. Mengingat hasil dagangan cukup menggiurkan. “Kami bisa membawa pulang uang mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Kalau di Garut saya sebagai pedagang sepatu akan sulit mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu dua sampai tiga minggu,” ucap bapak satu anak tersebut.
BANYAK YANG BORONG
Hal senada juga diungkapkan Ian yang telah berdagang bendera selama sembilan tahun. Ia mengaku jika omset dari penjualan bendera tahun ini cukup lumayan ketimbang tahun lalu. “Kalau tahun lalu sepi banget. Karena Lebaran hampir bersamaan dengan Hari kemerdekaan. Tapi tahun ini pembelinya cukup banyak. Bahkan para rombongan mudik, terutama sepeda motor banyak yang borong bendera untuk tanda selama perjalanan,” tuturnya.
Untuk setiap satu unit bendera, baik Tatang maupun Ian mengatakan bisa mengambil keuntungan sebesar Rp3 ribu sampai dengan Rp5 ribu. Mereka mengaku jika keuntungan sebesar itu tidak akan bisa mereka dapatkan jika berdagang di hari biasa. (junius/st)
Teks: Tatang (rompi hitam) dan Ian (kaos cokelat dengan peci merah) saat berjualan bendera di Cakung, Jakarta Timur. (junius)