Sabtu, 15 Juni 2013 09:05:19 WIB
BEKASI (Pos Kota)-Sebanyak 130 kios dan lapak yang berada di Stasiun KA Kranji, Bekasi ditertibkan petugas gabungan, Sabtu pagi. Semula aksi yang melibatkan Polsuska, Polresta Bekasi Kota, Satpol PP dan Kodim 0507/BS, ini sempat ditentang, namun petugas dengan alat berat berhasil merobohkan kios yang ada di lokasi itu.
“Kami bingung mau ke mana, karena tempat berdagang sudah tidak ada lagi, “ ujar Marsinah, 40, pedagang kaki lima yang biasa menggelar lapak di sekitar Stasiun Kranji.
Dia mengatakan di Stasiunn Kranji mengatakan terdapat sekitar 130 pedagang kios dan lapak, “Kami tidak diberi alternatif tempat untuk berdagang,” ujar pedagang tas itu, sambil mengatakan beberapa pedagang ada yang pindah lokasi jualan dan tidak sedikit pula yang menganggur akibat laragan berjualan tersebut.
Suasana pembongkaran berjalan tertib, karena sejak Jumat malam, pedagang sudah membersihkan barang dagangannya, “Tidak ada perlawanan dan kami hanya melakukan pengawasan saja,” ujar Iskandar, Petugas Satpol PP Kota Bekasi.
SEMPAT ALOT
Sebelumnya sejumlah pedagang di sini, mengadu ke anggota Komisi VI DPR-RI Sukur Nababan. Ada perlawanan sedikit, sehingga proses pembongkaran tertunda, sedangkan penertiban di pedagang lapak sudah dilakukan.
Sukur meminta PT KA mencari solusi yang terbaik, untuk para pedagang. Semua pihak harus paham, pembangunan harus berjalan.
Sementara itu Purbawa, Humas PT KAI, mengatakan penertiban tersebut merupakan kebijakan yang dilakukan di seluruh stasiun Jabodetabek. Penertiban dilakukan untuk perluasan areal parkir.
“Ini kan untuk memudahkan masyarakat pengguna kereta api yang dari tahun ke tahun semakin meningkat, kalau tidak ditertibkan nanti malah menyusahkan,” kata Purbawa melalui sambungan teleponnya, (saban)
Teks : Alat berat roboh kios di Stasiun Kranji