Rupiah Melemah, Harga Buah Impor Melambung




Jumat, 23 Agustus 2013 20:34:10 WIB




rp

JAKARTA (Pos Kota) – Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak hanya berdampak kepada sektor industri saja, namun berimbas kepada harga impor produk hortikultura dan daging.


Ketua Umum Asosiasi Eksportir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Asebssindo) Khafid Sirotuddin mengatakan dengan perubahan kurs, importir buah harus menanggung kenaikan berbagai biaya pendukung importansi mulai dari hilir ke hulu. “Kondisi ini berat bagi importir,” katanya.


Sudah sepekan ini kurs rupiah terus melemah, bahkan di pasar spot sempat menyentuh Rp 11.000 untuk setiap dollar AS. Padahal, dollar AS sepat bertahan lama dikisaran 9 ribu hingga 9.600 per dollar AS.


Dengan melonjaknya kurs dollar saat ini, harga buah impor ikut melonjak. Misalnya apel washington kini Rp380.000 per 20 kilogram (kg), apel fuji Rp300.000 per 18 kg, anggur dari Rp 200.000 kini Rp350.000 per 8 kilogram.


Selain itu pir madu sebelumnya Rp190 ribu kini Rp220.000 per 12 kg, jeruk murcott dari Rp280.000 kini Rp330.000 per 10 kg.


Marina Ratna, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) mengeluhkan pelemahan rupiah memukul mereka. Misalnya harga impor daging mengalami kenaikan Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kg.


Meski berat, importir tak bisa langsung mengurangi atau menghentikan impor. Sebab, importir harus mengikuti aturan main yang ditetapkan oleh pemerintah lewat Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), yakni pemasukan harus sesuai dengan waktu yang tertera dalam dokumen RIPH.


Jika importir melanggar akan berdampak kepada periode impor selanjutnya. Kuota impor akan dipangkas. “Sekarang para importir maju kena, mundur juga kena,” paparnya. (Dwi)